Bagaimana Sejarah Terciptanya Traffic Cone?

Yang telah di lansir dari Dornbossign.com, perangkat dari penanda jalan ini untuk pertama kali nya digunakan sekitar 80 tahun yang lalu. Di tahun 1940,

Seorang pelukis jalanan di Los Angeles bernama Charles Scanlon yang merancang sebuah penanda berbentuk kerucut berongga untuk dapat mencegah mobil melewati jalanan yang baru saja di cat.

Pada saat itu, penanda tersebut terbuat dari kayu serta bukan sebagai bahan yang tahan lama. Penanda kayu ini justru sering ditabrak oleh para pengguna jalan.

Setelah itu, scanlon sendiri bekerja sama dengan para rekannya Rodney Taylor untuk membuat penanda yang lebih awet. Ia pun menciptakan kerucut berbahan karet bekas.

Yang akhirnya di tahun 1943, scanlon juga mematenkan penanda keselamatan yang dibuat dengan bahan dasar yang elastis yang juga tak akan mudah rusak ataupun membuat kerusakan pada mobil jika tertabrak.

Tak hanya itu, penanda ini juga tak mudah terbawa angin serta tak jatuh, serta dapat memudahkan untuk dapat dipindahkan. Di tahun 1947, kerucut ini mulai diproduksi secara massal oleh interstate Rubber Products Corporation merupakan rekanan dari Scanlon dan Taylor.

Di tahun 1958, Traffic cone mulai digunakan secara internasional. Pasific Gas and Electric Company yang menggunakan kerucut untuk dapat membuat batas zona kerja yang juga berfungsi untuk membantu melindungi pekerja ketika mereka membuat serta menurunkan truk.

Traffic cone ini untuk pertama kalinya muncul pada The Manual on Uniform Traffic Control Devices (MUTCD) maupun dokumen mengenai aturan rambu lalu lintas jalan di tahun 1961.

Traffic cone digambarkan sebagai peranti berwarna cat kuning maupun kuning-orange serta memiliki garis merah di bagian atas. Karena adanya peningkatan kasus kecelakaan lalu lintas, pemerintah Amerika pun kini mulai memberlakukan UU keselamatan jalan raya.

Dan traffic cone di tunjuk sebagai keselamatan untuk jalan umum serta zona kerja.

Baru di tahun 1971, ada aturan mengenai bentuk kerucut yang sesuai standar yakni mengenai ketinggian minimal 18 inci serta reflektif agar dapat terlihat pada malam hari.

penempatan nya pun juga harus berada di area yang mudah terlihat serta tidak mengganggu pengguna jalan. Dari sebuah ide sederhana, piranti berbentuk kerucut ini sudah berubah menjadi alat kemanan global.

Saat ini kita juga sering menjumpai traffic cone sebagai penanda di jalan raya, tempat parkir, jalan-jalan kota serta banyak ruang lain yang perlu menginformasikan mobil untuk dapat berhenti atau menghindari daerah tersebut.

Baca Juga : Banjir Lumpuhkan Akses Lalu Lintas di Padang

× WhatsApp